Di dalam pandangan dunia islam mungkin ini bukan perkara baru, dikarenakan banyak sekali pandangan dalam beberapa kitab tentang masalah tajrid dan kasab. Tapi kali ini saya akan membahas didalam pandangan syariat tentang bagaimana orang yang mampu bekerja tapi tidak mau berusaha?. Seorang muslim tidak boleh bermalas-malasan bekerja mencari rezeki dengan alasan sibuk beribadah atau tawakal kepada Allah. Karena langit tidak akan mencurahkan hujan emas dan perak.
Seorang muslim juga tidak boleh hanya menggantungkan dirinya kepada sedekah orang lain, padahal dia mempunyai kemampuan untuk berusaha memenuhi kebutuhan dirinya sendiri dan kelurga serta tanggungannya. Karena itu Rosullullah SAW bersabda:
“sedekah tidak halal bagi orang kaya dan orang yang mempunyai kekuatan yang memadai”
Kenapa hal itu dilarang dalam agama, dikarenakan akan menimbulkan toma (mengharapkan pemberian orang lain), bahkan yang sangat ditakutkan akan menimbulkan rasa ingin meminta. Sesuatu hal yang sangat ditentang oleh nabi dan diharamkannya atas diri seorang muslim ialah meminta-minta kepada orang lain.
Nabi pernah bersabda:
“Barang siapa yang meminta-minta kepada orang lain untuk memperbanyak hartanya, maka dengan tindakannya itu berarti dia mencakar mukanya sendiri hingga hari kiamat, dan yaang dimakannya itu adalah batu panas dari neraka. Oleh karena itu baran siapa yang mau, persedikitlah; dan barang siapa yang mau maka perbanyaklah”.
Walaupun ada beberapa orang yang tidak bekerja tapi mencukupi akan kebutuhan diri sendiri dan keluarganya. seperti halnya;
Ulama, kyai, ustad, pencari ilmu.
mereka kadang tidak mempunyai pekerjaan tetap, akan tetapi bukan berarti mereka tidak berusaha. Melainkan mereka dicukupi oleh Allah SWT dikarenakan kesibukan mereka akan memperlajari ilmu agama, berdakwah, atau memberi pelajaran pada orang banyak.
Karena ada sabda nabi yang berbunyi;
"barang siapa yang memahami tentang agama allah, maka Allah aka mencukupkannya akan sesuatu yang menjadi kepentingannya dan Allah memberi rizki dari sekitar dia yang tidak disangka-sangka"
Dan yang terjadi di sini ialah kita mmposisikan diri diantara golongan tadi, yang padahal ilmu yang ada didiri kita hanya secuil pasir di gurun sahara. Boro-boro berdakwah ditanya hukum mubtada saja sudah kebelinger. maka dari itu berusahalah untuk mngais rezeki mu, karena memang sudah Allah perintahkan kepada kita untuk menjemput agian kita atas dunia (harta) ini, supaya bisa menjadikan bekal untuk ibadah padanya .
sahabat yang budiman, untuk itu janganlah kita bermalas-malasan dalam mencari rezeki karena kemiskinan akan mendekatkan kita kejurang kekufuran. maksudnya; bilamana kita tidak ridho akan miskinnya kita maka akan menimbulkan aral pada Allah, dan itu bisa menjadikan kita kufur. yang padahal miskinnya kita di akibatkan pemalasnya kita dalam menjemput rezeki Allah.
