Aby.MY.ID
Home

Mengenang Sang Wali Qutub (Abuya Dimyati)

By | 2018-11-30T18:27:00+07:00


MENGENANG SANG WALI QUTUB (ABUYA DIMYATI)

Alangkah ruginya orang Indonesia kalau tidak mengenal ulama satu ini. Orang bilang Mbah Dim Banten atau Abuya Dimyati bin Syaikh Muhammad Amin.

Beliau adalah tokoh kharismatik dunia kepesantrenan, penganjur ajaran Ahlusunah Wal Jama’ah dari pondok pesantren, Cidahu, Pandeglang, Banten.

Beliau ulama yang sangat konsen terhadap akhirat, bersahaja, selalu menjauhi keduniawian. Wirangi (hati-hati dalam bicara, konsisten dalam perkataan dan perbuatan). Ahli sodakoh, puasa, makan seperlunya, ala kadarnya seperti dicontohkan Kanjeng Nabi, humanis, penuh kasih sesama umat manusia. Kegiatan kesehariannya hanya mulang ngaji (mengajar ilmu), shalat serta menjalankan kesunatan lainnya.

Beliau lahir sekitar tahun 1925 anak pasangan dari H.Amin dan Hj.Ruqayah. Sejak kecil Abuya Dimyathi sudah menampakan kecerdasannya dan keshalihannya, beliau belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya mulai dari Pesantren Cadasari, kadupeseng Pandeglang, ke Plamunan hingga ke Pleret Cirebon.

Semasa hidupnya, Abuya Dimyathi dikenal sebagai gurunya dari para guru dan kiainya dari para kiai, sehingga tak berlebihan kalau disebut sebagai tipe ulama Khas al-Khas. Masyarakat Banten menjuluki beliau juga sebagai pakunya daerah Banten, di samping sebagai pakunya negara Indonesia .
Di balik kemasyhuran nama Abuya, beliau adalah orang yang sederhana dan tidak neko-neko. Kalau melihat wajah beliau terasa ada perasaan ‘adem’ dan tenteram di hati orang yang melihatnya.

Abuya Dimyati, begitu panggilan hormat masyarakat kepadanya, terlahir tahun 1925 di tanah Banten, salah satu bumi terberkahi. Tepatnya di Kabupaten Pandeglang.

Abuya Dimyathi dikenal sosok ulama yang cukup sempurna dalam menjalankan perintah agama, beliau bukan saja mengajarkan dalam ilmu syari’ah tetapi juga menjalankan kehidupan dengan pendekatan tasawuf, tarekat yang dianutnya tarekat Naqsabandiyyah Qodiriyyah Dan Menjadi Mursyid syadziliyah

Maka wajar jika dalam perilaku sehari-hari beliau penuh tawadhu’, istiqamah, zuhud, dan ikhlas. Abuya adalah seorang qurra’ dengan lidah yang fasih. Wiridan al-Qur’an sudah istiqamah lebih dari 40 tahun. Kalau shalat tarawih di bulan puasa, tidak turun untuk sahur kecuali setelah mengkhatamkan al-Qur’an dalam shalat.. Oleh karenanya, tidak salah jika kemudian kita mengategorikan Abuya sebagai Ulama multidimensi.

Dibanding dengan ulama kebanyakan, Abuya Dimyathi ini menempuh jalan spiritual yang unik. Beliau secara tegas menyeru: “Thariqah aing mah ngaji!” (Jalan saya adalah ngaji). Sebab, tinggi rendahnya derajat keualamaan seseorang bisa dilihat dari bagaimana ia memberi penghargaan terhadap ilmu.

Sebagaimana yang termaktub dalam surat al-Mujadilah ayat 11, bahwa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan. Dipertegas lagi dalam hadis nabi, al-Ulama’u waratsatul anbiya’, para ulama adalah pewaris para nabi. Ngaji sebagai sarana pewarisan ilmu. Melalui ngaji, sunnah dan keteladanan nabi diajarkan. Melalui ngaji, tradisi para sahabat dan tabi’in diwariskan. Ahmad Munir berpendapat bahwa ilmu adalah suatu keistimewaan yang menjadikan manusia unggul atas makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahannya.

Saking pentingnya ngaji dan belajar, satu hal yang sering disampaikan dan diingatkan Mbah Dim adalah: “Jangan sampai ngaji ditinggalkan karena kesibukan lain atau karena umur”. Pesan ini sering diulang-ulang, seolah-olah Mbah Dim ingin memberikan tekanan khusus; jangan sampai ngaji ditinggal meskipun dunia runtuh seribu kali! Apalagi demi sekedar hajatan partai. Urusan ngaji ini juga wajib 'ain hukumnya bagi putra-putri Mbah Dim untuk mengikutinya. Bahkan, ngaji tidak akan dimulai, fasal-fasal tidak akan dibuka, kecuali semua putra-putrinya hadir di dalam majlis. Itulah sekelumit keteladanan Mbah Dimyati dan putra-putrinya, yang sejalan dengan pesan al-Qur’an dalam surat al-Tahrim ayat 6, Qu anfusakum wa ahlikum naran.

Dahaga akan ilmu tiada habis, satu hal yang mungkin tidak masuk akal bila seorang yang sudah menikah dan punya putra berangkat mondok lagi, bahkan bersama putranya. Tapi itulah Abuya Dimyati, ketulusannya dalam menimba ilmu agama dan mensyiarkannya membawa beliau pada satu tingkat di atas khalayak biasa.

Abuya berguru pada ulama-ulama sepuh di tanah Jawa. Di antaranya Abuya Abdul Chalim, Abuya Muqri Abdul Chamid, Mama Achmad Bakri (Mama Sempur), Mbah Dalhar Watucongol, Mbah Nawawi Jejeran Jogja, Mbah Khozin Bendo Pare, Mbah Baidlowi Lasem, Mbah Rukyat Kaliwungu dan masih banyak lagi. Kesemua guru-guru beliau bermuara pada Syech Nawawi al Bantany. Kata Abuya, para kiai sepuh tersebut adalah memiliki kriteria kekhilafahan atau mursyid sempurna, setelah Abuya berguru, tak lama kemudian para kiai sepuh wafat.(hal 396).

Ketika mondok di Watucongol, Abuya sudah diminta untuk mengajar oleh Mbah Dalhar. Satu kisah unik ketika Abuya datang pertama ke Watucongol, Mbah Dalhar memberi kabar kepada santri-santri besok akan datang ‘kitab banyak’. Dan hal ini terbukti mulai saat masih mondok di Watucongol sampai di tempat beliau mondok lainya, hingga sampai Abuya menetap, beliau banyak mengajar dan mengorek kitab-kitab. Di pondok Bendo, Pare, Abuya lebih di kenal dengan sebutan ‘Mbah Dim Banten’ dan mendapat laqob ‘Sulthon Aulia’, karena Abuya memang wira’i dan topo dunyo. Pada tiap Pondok yang Abuya singgahi, selalu ada peningkatan santri mengaji dan ini satu bukti tersendiri di tiap daerah yang Abuya singgahi jadi terberkahi

Namun, Kini, waliyullah itu telah pergi meninggalkan kita semua. Abuya Dimyathi tak akan tergantikan lagi. Malam Jumat pahing, 3 Oktober 2003 M/07 Sya’ban 1424 H, sekitar pukul 03:00 wib umat Muslim, khususnya warga Pandeglang telah kehilangan salah seorang ulamanya, KH. Muhammad Dimyati bin KH. Muhammad Amin Al-Bantani, di Cidahu, Cadasari, Pandeglang, Banten dalam usia 78 tahun.

Padahal, pada hari itu juga, dilangsungkan acara resepsi pernikahan putranya. Sehingga, Banten ramai akan pengunjung yang ingin mengikuti acara resepsi pernikahan, sementara tidak sedikit masyarakat –pelayat- yang datang ke kediaman Abuya. Inilah merupakan kekuasaan Allah yang maha mengatur, menjalankan dua agenda besar, “pernikahan” dan “pemakaman”.
Previous Next

About Me

My photo
Hasan bakky
Seorang santri yang belajar sharing di dunia internet ini.
View my complete profile

Populer

Bagaimana keluarga berencana menurut islam?

Dewasa ini banyak sekali orang-orang merencanakan keluarga dengan 2 anak, baik dengan mengkonsumsi obat-obatan atau dengan cara lain. Tapi kenyataannya obat-obatan sering menjadi keluhan wanita dikarenakan tidak teraturnya masa haid. Terus apa yang seharusnya di lakukan bila kita ingin menjaga turunan supaya benar-benar teratur. Dikarenakan menunggu anak umur 2 tahun dulu baru mengandung lagi atau semisalnya. Walaupun tidak diragukan lagi bahwa kelangsungan jenis manusia merupakan salah satu tujuan utama bahkan tujuan utama pernikahan. Sedangkan kelangsungan jenis manusia ini hanya bisa terjadi dengan kelangsungan keturunan. Islam sendiri sangat menyukai banyaknya keturunan dan memberkati setiap anak, baik laki-laki ataupun perempuan. Akan tetapi seorang muslim diberi kemurahan untuk melakukan keluarga berencana apabila terdapat hal-hal rasional yang mendorongnya dan terdapat alasan yang kuat. Cara populer yang dipergunakan orang untuk mencegah atau mengatur kelahiran...
Image

Bagaimana Nasib Blogger Di tahun Ini

Hari ini saya berselancar di internet tuk mencari informasi dunia blogger, tak di sangka ada satu artikel yang menarik saya bahas di sini. karena ada blogger yang membahas tentang Bagaimana blogger di era youtuber, (mungkin yang dia maksud bagaimana blogger bisa menghasilkan uang kalau semua lebih ke youtube dari pada membaca artikel blog). Ok, mungkin saya dan anda akan mempunyai pemikiran yang sama ketika anda seorang blogger untuk hobi. Tapi bagaimana kalau orang membuat blog karena alasan untuk mencari penghasilan, mungkin akan berpikir lebih extra tentang ini. Dalam kasus ini, kita anggap sesuatu yang sangat penting saja. Dikarenakan uang adalah masalah utamanya. Lanjut,,. melihat dari tahun-tahun lalu ketika blog mejadi penghasilan tertinggi untuk seorang yang mencoba maraup uang dari internet,  maka banyaklah orang-orang menjadi blogger dadakan. sekarang pun sama banyak youtuber dadakan dengan konten tak menentu atau bisa dibilang amburadul. Sebenarnya semua itu k...
Image

Mengenang orang tua

Jauh sebelum kita dewasa seperti sekarang, kisah hidup di waktu kecil selalu terinang dan teringat dalam pikiran. Mengingat begitu besar jasa seorang ayah dan ibu dalam berusaha membesarkan kita. Kasih sayang yang tak pernah meminta balas budi, selalu di berikan orang tua kepada kita. Tak pernah meminta apa lagi memaksa. Kita sadar betapa lemahnya kita saat kita kecil dulu, yang tak bisa melakukan apapun sendiri. Sekarang kita sudah beranjak dewasa, apa yang telah kita berikan kepada orang tua kita?, kalau bukan beban yang di sandarkan kepadanya. Teman,, apakah teman tahu?, bagaimana orang tua mencari uang buat kita. Mencarikan sekolah buat kita, mencarikan guru ngaji buat kita dan mencarikan pendamping buat kita. Semua kebutuhan kita selalu di penuhi oleh mereka. "Tapi apa yang telah kita berikan padanya?" "Renungkanlah teman...". Kebahagian yang mereka impikan dari kita, bukalah materi. Melainkan prestasi yang kita raih. Secara mereka mendidik k...
Image

Pembahasan tentang agama dan apa saja yang terkandung di dalamnya

Assalamualaikum ... sahabat,,, Semoga dalam keadaan yang sehat, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang agama islam dan apa-apa yang ada dalam agama, ketahuilah sahabat Allah Ta’ala berfirman ; ان الدين عند الله الاسلام ، وقال ايضا خلقت الجن والانس الا ليعبدون Sesungguhnya agama yang diridhoi oleh Allah adalah agama islam dan diciptakannya jin dan manusia hikmahnya adalah semata-mata untuk ibadah kepada Allah Swt. Jadi sahabat banyaknya agama didunia ini hanya islamlah yang paling diridhoi , maka dari itu besyukurlah atas ni’mat islam wal iman yang telah Allah berikan kepada kita semua dengan berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan yang dinamakan agama, ialah; peraturan Allah yang di simpan kepada orang yang berakal sempura atas kemauannya sendiri. Maksudnya agama itu adalah peraturan Allah yang hanya orang berakal sempurnalah yang akan melakukannya dengan kemauannya sendiri tidak ada paksaan dari orang lain. Alhasil seorang yang tidak beragama islam masih belum sempurna pemik...

Kategori

  • Aqidah
  • Biografi Ulama
  • Bisnis
  • Blogging
  • Catatan Kecil
  • Desa
  • Domain Murah
  • Fiqh
  • Halal dan Haram
  • Hosting Murah
  • Ihsan
  • Keluarga
  • Lainnya
  • Lomba
  • Masalah Muamalah
  • Motivasi
  • Nahwu
  • News
  • Ponpes
  • Toharoh