Bersiwak ialah setengah dari kesunahan wudhu, maksudnya; sebelum kita melaksanakan wudhu maka sunah bagi kita bersiwak dahulu.
Bersiwak di itlaqkan kepada penggunaan kayu aroq. (Kayu yang seperti gambar di bawah ini):
Dan bisa juga menggunakan selain kayu aroq. Bilamana kita tidak punya kayu tersebut maka boleh menggunakan setiap perkara yang kasar dan suci, seperti ujung baju, sorban, atau bisa menggunakan sikat gigi.
Hukum bersiwak ialah sunah, dan disunahkan dalam syariat agama di setiap keadaan tingkah ibadah, seperti akan melaksanakan wudhu, mandi junub, solat, thoaf, membaca alqur'an, mengaji ilmu agama, hadits dan lainnya.
Bersiwak pun bisa menjadi makruh, bila mana seorang yang bersiwak itu dalam keadaan puasa, baik puasa sunah ataupun fardhu dan dalam keadaan di waktu lengsernya matahari dari tengah-tengah langit atau tepatnya sesudah masuk waktu dzuhur.
Bahkan adakalanya bersiwak itu banget disunahkan ketika seseorang itu ada dalam keadaan 3 kondisi:
1. Ketika diam dengan waktu lama.
Biasanya ketika seseorang lama tidak berbicara maka dalam mulutnya akan terjadi perubahan seperti bau mulut, maka dalam kondisi seperti ini sangat disunahkan dan dianjurkan bersiwak untuk menghilangkan bau mulut tersebut.
2. Ketika akan mendirikan solat.
Dalam hal ini pun sama, ketika kita akan mendirikan solat maka disunahkan kita bersiwak dahulu, sebab nabi pernah bersabda, yang artinya;
"Seorang yang solat dua rokaat dan bersiwak sebelum melaksanakan solat tersebut, itu lebih utama 70 rokaat dari solatnya orang yang tidak bersiwak dahulu"
3. Ketika akan membaca alquran.
Begitu juga, ketika kita hendak membaca alquran. Maka sunah bagi kita untuk besiwak dan lebih di anjurkan bersiwak pada hal itu.
Untuk sebagian para ulama fiqih dalam karya-karyanya menambahkan dengan adanya kondisi gigi yang sudah kuning dan sesudah memakan makanan yang berbau sengit. Maka lebih di anjurkan bersiwak.
Cara bersiwak itu dengan cara memasukan kayu aroq kedalam bibir dan tempelkan ke gusi dan gigi bagian bawah, gerakkan perlahan kekanan sampai di ujing gigi bagian kanan. Lalu gerakkan lagi kekiri dengan menempelkan kayu aroq ke gigi/gusi bagian atas sampai bertemu kembali dengan tempat awal mula digosok. Sama seperti memutarnya jarum jam dari kiri kekanan.
Bersiwak butuh dengan niat, sama seperti ibadah pada umumnya yang butuh dengan niat.
Dan niat nya bersiwak pun seperti lafadz ini:
نويت السواك سنة لله تعالى
"Seja aku melaksanakan siwak lilahita'ala"
Untuk itu walaupun kita tidak punya kayu aroq, maka kita rajin-rajinlah menggosok gigi dengan berniat berwsiwak. Insya allah bersikat gigi kita pun menjadi ibadah bersiwak.
