Aby.MY.ID
Home

Islam Melarang Mengutuk / Mendoakan Jelek Terhadap Orang Mu'min

By | 2018-10-31T16:41:00+07:00

Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudzâharah wal Muwâzarah, halaman 141.

Menjelaskan tentang larangan mendoakan jelek dan melaknat, baik ditujukan pada diri sendiri, orang lain maupun sesuatu apa pun di luar dirinya sebagai berikut

واحذر - أن تدعو على نفسك أو على ولدك أو على مالك أو على احد من المسلمين وإن ظلمك, فإن من دعا على من ظلمه فقد انتصر. وفي الخبر "لا تدعوا على انفسكم ولا على أولادكم ولا على اموالكم لاتوافقوا من الله ساعة إجابة".

Artinya: “Jangan sekali-kali mendoakan datangnya bencana atau mengutuk diri sendiri, keluargamu, hartamu ataupun seseorang dari kaum Muslimin walaupun ia bertindak dzalim terhadapmu, sebab siapa saja mengucapkan doa kutukan atas orang yang mendzaliminya, berarti ia telah membalasnya. Rasulullah SAW telah bersabda: ‘Jangan mendoakan bencana atas dirimu sendiri, anak-anakmu ataupun harta hartamu. Jangan-jangan hal itu bertepatan dengan saat pengabulan doa oleh Allah SWT’.”

Dari kutipan diatas dapat diuraikan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, mendoakan jelek atau melaknat siapa pun dan apa pun dari kaum Muslimin termasuk diri sendiri, harta benda, keluarga dan orang lain agar tertimpa suatu bencana sangat tidak dianjurkan sekalipun mereka telah berbuat kedzaliman kepada kita. Artinya tidak sepantasnya kita melakukan hal yang sama buruknya sebab mendoakan jelek dan melaknat bukan akhlak karimah. Doa yang sebaiknya diucapkan untuk orang yang telah berbuat dzalim adalah doa yang baik saja, misalnya agar ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT, lalu menyadari kesalahannya dan bertobat.

Kedua, mengucapkan doa kutukan atau laknat atas orang lain agar tertimpa bencana bisa sama saja dengan melaknat diri sendiri. Alasannya, sebagimana dijelaskan Rasulullah SAW, adalah bisa saja pada saat kita mengucapkan kutukan atau laknat kepada orang lain, pada saat itu Allah sedang menghendaki terkabulnya doa-doa, sementara orang lain tersebut ternyata tidak pantas mendapat kutukan karena tidak bersalah, misalnya. Kutukan atau laknat seperti itu bisa berbalik kepada diri sendiri sebagaimana dijelaskan Sayyid Abdullah Al-Haddad di halaman yang sama (hal. 141) sebagai berikut:
وقد ورد أن اللعنة إذا خرجت من العبد تصعد نحوالسماء فتغلق دونها أبوابها ثم تنزل إلى الأرض فتغلق دونها أبوابها ثم تجيء الى الملعون فإن وجدت فيه مساغا وإلارجعت على قائلها.
Artinya: “Ketahuilah bahwa suatu laknat, bila telah keluar dari mulut seseorang, akan naik ke arah langit, maka ditutuplah pintu-pintu langit di hadapannya sehingga ia turun kembali ke bumi dan dijumpainya pintu-pintu bumi pun tertutup baginya, lalu ia menuju ke arah orang yang dilaknat jika ia memang patut menerimany , atau jika tidak, laknat itu akan kembali kepada orang yang mengucapkannya.”

Dari kutipan di atas sangat jelas bahwa kutukan atau laknat memiliki dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, orang yang dilaknat akan terkena bencana jika memang menurut Allah ia pantas menerimanya. Kemungkinan kedua, jika ternyata Allah memandang lain, maka bencana itu akan menjadi bumerang atau berbalik arah menuju orang yang telah mengucapkannya. Ini artinya sangat riskan melakukan kutukan atau melaknat orang lain.

Dalam kaitan itu, Nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh atau teladan yang baik ketika beliau didzalimi orang-orang Thaif yang menolak dakwahnya. Beliau mendoakan agar mereka tetap diberi keselamatan atau hak hidup dengan berharap dari anak cucunya akan ada yang mau beriman kepada Allah SWT. Sebenarnya mengutuk atau melaknat orang lain hanya diperbolehklan kepada orang-orang tertentu saja yang telah di-nash oleh Allah sendiri sebagaimana penjelasan Sayyid Abdullah Al-Haddad di halaman yang sama (hal. 141) sebagai berikut:

واحذرأن تلعن مسلما أو بهيمة أوجمادا أو شخصا بعينه وان كان كافرا إلا إن تحققت أنه مات على الكفر كفرعون وابي جهل أو علمت أن رحمة الله لا تناله بحال كإبليس.

Artinya: “Jauhkan dirimu dari perbuatan melaknat seorang Muslim (termasuk pelayan dan sebagainya), bahkan seekor hewanpun. Jangan melaknat seorang manusia tertentu secara langsung, walaupun ia seorang kafir, kecuali bila Anda yakin bahwa ia telah mati dalam keadaan kafir sepeti Fir’aun, Abu Jahal dan sebagainya. Ataupun, yang Anda ketahui bahwa rahmat Allah tak mungkin mencapainya seperti Iblis.”

Dari kutipan diatas semakin jelas bahwa kita sangat dianjurkan untuk tidak pernah melaknat siapa pun dan apa pun, baik itu manusia maupun bukan manusia; baik itu Muslim maupun kafir. Orang kafir sekarang bisa saja akan menjadi mukmin di masa depan dengan hidayah Allah SWT. Laknat hanya boleh ditujukan kepada orang-orang kafir yang sudah jelas kekafirannya hingga akhir hayat seperti Fir’aun, Abu Jahal dan sebagainya.


Iblis juga boleh dilaknat karena rahmat Allah SWT memang tidak akan pernah sampai kepadanya. Ia telah membangkang terhadap perintah Allah dan menyombongkan diri kepada-Nya sebagaimana di tegaskan di dalam Al-Qur’an, surah Al-Baqarah, ayat 34: “Aba wastakbara wakâna minal kâfirîn.” (Iblis membangkang Allah dan menyombongkan diri. Ia kafir). Demikian pula setan-setan boleh dilaknat sebagaimana terdapat dalam bacaan ta’awudz: “A’ûdzu billâhi minasy-syaithânir rajîm.” (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk). Wallahu a'lam.


(Sumber: www.nu.or.id)
Previous Next

About Me

My photo
Hasan bakky
Seorang santri yang belajar sharing di dunia internet ini.
View my complete profile

Populer

Bagaimana keluarga berencana menurut islam?

Dewasa ini banyak sekali orang-orang merencanakan keluarga dengan 2 anak, baik dengan mengkonsumsi obat-obatan atau dengan cara lain. Tapi kenyataannya obat-obatan sering menjadi keluhan wanita dikarenakan tidak teraturnya masa haid. Terus apa yang seharusnya di lakukan bila kita ingin menjaga turunan supaya benar-benar teratur. Dikarenakan menunggu anak umur 2 tahun dulu baru mengandung lagi atau semisalnya. Walaupun tidak diragukan lagi bahwa kelangsungan jenis manusia merupakan salah satu tujuan utama bahkan tujuan utama pernikahan. Sedangkan kelangsungan jenis manusia ini hanya bisa terjadi dengan kelangsungan keturunan. Islam sendiri sangat menyukai banyaknya keturunan dan memberkati setiap anak, baik laki-laki ataupun perempuan. Akan tetapi seorang muslim diberi kemurahan untuk melakukan keluarga berencana apabila terdapat hal-hal rasional yang mendorongnya dan terdapat alasan yang kuat. Cara populer yang dipergunakan orang untuk mencegah atau mengatur kelahiran...
Image

Bagaimana Nasib Blogger Di tahun Ini

Hari ini saya berselancar di internet tuk mencari informasi dunia blogger, tak di sangka ada satu artikel yang menarik saya bahas di sini. karena ada blogger yang membahas tentang Bagaimana blogger di era youtuber, (mungkin yang dia maksud bagaimana blogger bisa menghasilkan uang kalau semua lebih ke youtube dari pada membaca artikel blog). Ok, mungkin saya dan anda akan mempunyai pemikiran yang sama ketika anda seorang blogger untuk hobi. Tapi bagaimana kalau orang membuat blog karena alasan untuk mencari penghasilan, mungkin akan berpikir lebih extra tentang ini. Dalam kasus ini, kita anggap sesuatu yang sangat penting saja. Dikarenakan uang adalah masalah utamanya. Lanjut,,. melihat dari tahun-tahun lalu ketika blog mejadi penghasilan tertinggi untuk seorang yang mencoba maraup uang dari internet,  maka banyaklah orang-orang menjadi blogger dadakan. sekarang pun sama banyak youtuber dadakan dengan konten tak menentu atau bisa dibilang amburadul. Sebenarnya semua itu k...
Image

Mengenang Sang Wali Qutub (Abuya Dimyati)

MENGENANG SANG WALI QUTUB (ABUYA DIMYATI) Alangkah ruginya orang Indonesia kalau tidak mengenal ulama satu ini. Orang bilang Mbah Dim Banten atau Abuya Dimyati bin Syaikh Muhammad Amin. Beliau adalah tokoh kharismatik dunia kepesantrenan, penganjur ajaran Ahlusunah Wal Jama’ah dari pondok pesantren, Cidahu, Pandeglang, Banten. Beliau ulama yang sangat konsen terhadap akhirat, bersahaja, selalu menjauhi keduniawian. Wirangi (hati-hati dalam bicara, konsisten dalam perkataan dan perbuatan). Ahli sodakoh, puasa, makan seperlunya, ala kadarnya seperti dicontohkan Kanjeng Nabi, humanis, penuh kasih sesama umat manusia. Kegiatan kesehariannya hanya mulang ngaji (mengajar ilmu), shalat serta menjalankan kesunatan lainnya. Beliau lahir sekitar tahun 1925 anak pasangan dari H.Amin dan Hj.Ruqayah. Sejak kecil Abuya Dimyathi sudah menampakan kecerdasannya dan keshalihannya, beliau belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya mulai dari Pesantren Cadasari, kadupeseng Pandeglang, ke Plamunan hi...
Image

Mengenang orang tua

Jauh sebelum kita dewasa seperti sekarang, kisah hidup di waktu kecil selalu terinang dan teringat dalam pikiran. Mengingat begitu besar jasa seorang ayah dan ibu dalam berusaha membesarkan kita. Kasih sayang yang tak pernah meminta balas budi, selalu di berikan orang tua kepada kita. Tak pernah meminta apa lagi memaksa. Kita sadar betapa lemahnya kita saat kita kecil dulu, yang tak bisa melakukan apapun sendiri. Sekarang kita sudah beranjak dewasa, apa yang telah kita berikan kepada orang tua kita?, kalau bukan beban yang di sandarkan kepadanya. Teman,, apakah teman tahu?, bagaimana orang tua mencari uang buat kita. Mencarikan sekolah buat kita, mencarikan guru ngaji buat kita dan mencarikan pendamping buat kita. Semua kebutuhan kita selalu di penuhi oleh mereka. "Tapi apa yang telah kita berikan padanya?" "Renungkanlah teman...". Kebahagian yang mereka impikan dari kita, bukalah materi. Melainkan prestasi yang kita raih. Secara mereka mendidik k...
Image

Pembahasan tentang agama dan apa saja yang terkandung di dalamnya

Assalamualaikum ... sahabat,,, Semoga dalam keadaan yang sehat, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang agama islam dan apa-apa yang ada dalam agama, ketahuilah sahabat Allah Ta’ala berfirman ; ان الدين عند الله الاسلام ، وقال ايضا خلقت الجن والانس الا ليعبدون Sesungguhnya agama yang diridhoi oleh Allah adalah agama islam dan diciptakannya jin dan manusia hikmahnya adalah semata-mata untuk ibadah kepada Allah Swt. Jadi sahabat banyaknya agama didunia ini hanya islamlah yang paling diridhoi , maka dari itu besyukurlah atas ni’mat islam wal iman yang telah Allah berikan kepada kita semua dengan berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan yang dinamakan agama, ialah; peraturan Allah yang di simpan kepada orang yang berakal sempura atas kemauannya sendiri. Maksudnya agama itu adalah peraturan Allah yang hanya orang berakal sempurnalah yang akan melakukannya dengan kemauannya sendiri tidak ada paksaan dari orang lain. Alhasil seorang yang tidak beragama islam masih belum sempurna pemik...

Kategori

  • Aqidah
  • Biografi Ulama
  • Bisnis
  • Blogging
  • Catatan Kecil
  • Desa
  • Domain Murah
  • Fiqh
  • Halal dan Haram
  • Hosting Murah
  • Ihsan
  • Keluarga
  • Lainnya
  • Lomba
  • Masalah Muamalah
  • Motivasi
  • Nahwu
  • News
  • Ponpes
  • Toharoh